Sumselbulletin com # Kasus korupsi pengadaan alat pemadam api ringan (APAR) Pada Desa se Kabupaten Empat Lawang tahun 2022 – 2023 sudah rampung dan pihak pengadilan tindak pidana koropsi(Tipikor) Palembang sudah menetapkan Tersangka walaupun itu hanya rekayasa,,,
Namum publik bertanya kenapa Hinga saat ini pihak kejaksaan Negeri Empat lawang Belum juga mempublikasikan jumlah Kerugian Negara dan uang titipan dari pihak kepala desa yang katanya kemarin hanya titipan dan disetor ke pihak BRI Tetapi Hinga kini tidak tahu rekeningnya siapa,,
Ini jadi pertanyaan Besar Dimasyarakat Kemanakah sebenarnya uang titipan para kepala Desa’ Sekabupaten empat Lawang yang Mencapai milyaran rupiah itu disetor dan rekening siapa yang digunakan oleh pihak kejaksaan Negeri Empat lawang,,,
Menanggapi ketidak transparan pihak kejaksaan Negeri Empat lawang dalam kejelasan uang titipan ini ketua aktipis KINProjamin kabupaten empat Lawang Ujang Abdullah angkat bicara saat awak media kompirmasi,,
Saya selaku ketua DPC KINProjamin empat lawang sudah berulang kali kompirmasi Dengan pihak kejaksaan tapi jawaban nya selalu sama ,,kami Pihak kejaksaan negeri empat Lawang belum bisa mempublikasikan berapa hasil dan jumlah uang peganti kerugian negara dalam kasus ini karena kami masih menunggu hasil banding dari pihak pengacara terdakwa,
Menurut keterangan ketua DPC KINProjamin empat lawang Ujang Abdullah saat di kompirmasi awak media kejelasan uang titipan ini, megatakan,,saya sudah sangat geram dengan aparat penegak hukum yang berlambang timbangan ini ucap nya
pihak kejaksaan Negeri Empat lawang yaitu Kajari selalu menghindar dengan alasan tidak ditempat dan selalu diwakili stap itupun bukan dari pihak pidana husus maupun pihak intel yang kapasitasnya lebih berhak memberikan penjelasan,, apakah mungkin untuk mempublikasikan uang kerugian negara harus menunggu hasil banding sedangkan perkara sudah diputuskan pengadilan,
Jelas sekali kalau pihak kejaksaan Negeri Empat lawang Seakan akan engan mempublikasikan ke masarakat perihal nominal dan disetor kemana uang itu wajarlah kalau kepercayaan masyarakat terhadap Marwan penegak hukum khususnya kejaksaan Negeri Empat lawang sudah tidak ada,
bahkan menurut pendapat saya pihak kejaksaan Negeri Empat lawang ikut menikmati uang haram ini makanya tidak berani mempublikasikan kejelasan uang titipan dengan alasan menunggu putusan banding,, secara administrasi pihak kejaksaan sudah menyalahi aturan harusnya uang pengganti disetor ke rekening kas negara bukan rekening BRI yang kita tidak tahu siapa pemilik nya dalam hal ini tentu pihak inspektorat yang lebih berkompeten bukan pihak kejaksaan
ucap ketua DPC KINProjamin empat lawang kepada awak media,,
Publik masih menunggu ke transparan pihak kejaksaan Negeri Empat lawang untuk mempublikasikan uang peganti kerugian Negara Serta kejelasan uang titipan para kepala Desa’ Sekabupaten empat Lawang yang Mencapai milyaran rupiah agar jangan timbul suudzon di masarakat Kalau uang itu dinikmati oleh pihak kejaksaan Negeri Empat lawang Dengan alasan menunggu putusan banding,,