Sumselbulletin com# Peristiwa masuknya sejumlah siswa Sekolah Rakyat ke RSUD Empat Lawang menjadi sorotan publik setelah ditemukan ketidaksesuaian data yang mencolok dan dugaan hubungan tidak jelas antara pihak penyedia makanan dengan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Empat Lawang. Kondisi ini membuat masyarakat menduga adanya upaya menyembunyikan kebenaran
Perbedaan data yang signifikan ini tidak diikuti dengan klarifikasi resmi dari kedua pihak pada awalnya, sehingga menimbulkan pertanyaan serius terkait transparansi informasi dan kondisi sebenarnya.
Dalam konferensi pers yang digelar setelah berita muncul, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Empat Lawang memberikan klarifikasi terkait kasus ini:
“Data 8 orang siswa yang kami sampaikan adalah jumlah sebenarnya yang dirawat di RSUD Empat Lawang, mencakup mereka yang dirawat di bangsal rawat jalan dan rawat inap. Sedangkan data 4 orang yang disampaikan sekolah hanya fokus pada siswa yang masuk kelas rawat inap,” ujarnya.
Mengenai keterlibatan pihak ketiga dalam suplai makanan, dia menjelaskan: “Pihak ketiga yang menyediakan makanan adalah badan usaha yang telah terdaftar dan memenuhi syarat administrasi. Hubungan saya dengan pihak tersebut bersifat pribadi, namun proses pemilihan dilakukan melalui mekanisme yang telah ditetapkan dan tidak ada unsur kecurangan.”
Ia juga menambahkan bahwa pihak dinas telah melakukan pemeriksaan awal terhadap makanan yang disediakan dan belum menemukan indikasi yang menyebabkan masalah kesehatan pada siswa. “Kita sedang menunggu hasil pemeriksaan laboratorium resmi dari sampel makanan yang diambil di RSUD Empat Lawang untuk mengetahui penyebab pasti kondisi siswa,” jelasnya.,
Sementara itu Pihak RSUD Empat Lawang saat dikonfirmasi mengenai adanya siswa sekolah rakyat yang dirawat di RSUD megatakan,,
Kalau hari Minggu itu kami pihak RSUD tidak menemukan data pasien atas nama siswa sekolah rakyat tetapi kalau pasien umum memang ada kami sudah cek ke bagian IGD tidak ditemukan pasien Yang atas nama siswa pak,
Menanggapi pemberitaan serta impormasi ini ketua aktivis KINProjamin kabupaten empat Lawang angka bicara,,
Saya tegaskan ini jelas’ sudah ada indikasi pemalsuan data kalau memang mereka siswa sekolah rakyat kenapa Data pasien tidak ditemukan dan kalaupun mereka siswa sekolah rakyat kenapa kepala Dinas sosial sendiri Yang mengantar mereka ke RSUD,Apa poksi kepala Dinas sosial Dalam permasalahan ini,
Saya rasa ini diluar wewenang kepala Dinas sosial,, bukan nya ada kepala sekolah yang lebih bertanggung jawab terhadap siswanya kok kepala Dinas sosial ikut repot urusi masalah siswa ini jelas’ ada apa dan poksi kepala Dinas sosial apa dalam insiden ini,
Itu jelas’ jadi pertanyaan besar bagi saya apalagi data siswa yang dirawat tidak ada satupun atas nama siswa sekolah rakyat lalu kenapa Data mereka harus dirahasiakan dugaan saya ini ada unsur ketidak wajaran dari sebab siswa bisa masuk RSUD apalagi dugaan sementara kalau penyuplai makan parah siswa milik usaha kepala Dinas sosial jadi menurut saya wajarlah kalau kepala Dinas sosial seperti kebakaran jenggot,,
Meskipun ada klarifikasi dari Kepala Dinas Sosial, bahwa penyebab siswa masuk RSUD itu murni karena sakit dan bukan keracunan dari makanan Sampai saat ini, belum ada dokumentasi resmi yang dipublikasikan mengenai:
– Laporan hasil pemeriksaan kualitas makanan sebelum dan sesudah kejadian
Bukti mekanisme pengawasan yang dilakukan selama masa penyediaan makanan
Keterlibatan yang tidak jelas ini semakin memperkuat dugaan saya penyebab siswa masuk RSUD Empat Lawang mungkin terkait dengan makanan yang disediakan, namun ada upaya untuk menyembunyikan fakta tersebut.,,
Kalaupun kasus ini tidak ada keterkaitan dengan usaha Cetring kepala Dinas’ sosial untuk apa repot ngurusin masalah yang bukan merupakan poksi nya apakah ini masuk katagori bencana nasional Hinga Kepala Dinas Sosial turun tangan sendiri hal ini jadi pertanyaan besar ada apa…,ucap ketua DPC KINProjamin kabupaten empat kepada awak media,.
Hingga berita ini kami terbitkan belum ada impormasi resmi dari pihak RSUD megenai hasil laboratorium Sempel makanan yang di makan oleh siswa sebelum insiden ini terjadi